Cara Jualan Foto di Shutterstock, Tips Asik Tanpa Ribet

Paska saya update screenshots kemarin tiba-tiba ada teman kuliah yang tanya gimana cara jualan foto di Shutterstock. Agar jawaban ini memberikan manfaat lebih dari teman saya tadi maka saya akan mencoba untuk menulisnya di dalam artikel kali ini. Haluuuuu nama saya Bima dan saya adalah seorang fotografer pernikahan di Bimaadhitya.com dimana ketika saya melakukan side project berupa memotret foto-foto bertema liburan maka saya masukkan ke blog kedua saya bernama Bomanta.com ini.

Saya kenal Shutterstock juga baru November 2017 lalu dimana foto pertama saya yang laku adalah foto egg waffle yang saya ambil sebelum menyantapnya di waktu musim dingin yang indah di Hong Kong. Ya…waktu itu memang saya sedang melakukan pemotretan portrait untuk sekelompok sosialita yang sedang liburan ke Hong Kong.

Dari sebuah foto egg waffle yang terjual seharga $0.25 itu saya berpikir bagaimana menciptakan sumber finansial masa depan bagi profesi saya yang seorang fotografer. INGAT! Ini bukan tentang kaya dalam waktu cepat tapi kaya dalam waktu SELAMA MUNGKIN, itulah prinsip dasar yang bisa saya bagi lewat tulisan kali ini.

Ngomong-ngomong, ini foto egg waffle yang saya santap 🙂

Selling Travel Photos on Shutterstock

Pake Kamera Apa Sebaiknya Kalo’ Mau Motret Stok Seperti Saya?

Apa aja bisa! di sinilah enaknya jadi seorang kontributor Shutterstock khususnya untuk materi foto, karena dari mulai kamera DSLR, kamera mirrorless, bahkan dengan smartphone ataupun handphone pun bisa. Shutterstock memang membuat sebuah regulasi untuk foto-foto yang layak diterima untuk selanjutnya dijual oleh mereka yaitu:

  1. Filenya JPEG atau TIFF
  2. Fotoya minimal 4MP (megapixel)
  3. Fokus yang difoto jelas
  4. Komposisi enak untuk dilihat, dan
  5. Tanpa noise

Karena pada dasarnya saya adalah se-seorang yang profesi utamanya adalah fotografer wedding maka banyak foto-foto pernikahan yang saya jual melalui platform ini. Stok foto lain tentu saya punya ribuan dimana stok-stok foto lain ini sangat terkait dengan blog Bomanta.com yaitu foto-foto liburan yang saya ambil baik di dalam dan luar negeri.

Jadi, bagi anda yang tadi sempat bertanya tentang cara jualan foto di Shutterstock maka hal pertama yang bisa dilakukan se-segera mungkin adalah mendaftarkan diri anda menjadi seorang kontributor Shutterstock, GRATIS kok tidak ada biaya dan target motretnya karena earning atau penghasilan akan tergantu dengan upaya kita masing-masing.

Anda yang rajin motret dan rajib sumbit foto tentu saja punya penghasilan yang lebih konstan daripada teman-teman lain yang angot-angotan uploadnya.

Sebagai bahan penyemangat buat anda yang tidak memiliki kamera sama sekali dan cuma punya smartphone ayok saya tunjukkan foto berikut ini,

Foto di bawah ini adalag foto hiu-hiu yang berenang bebas di dalam akuarium penagkarannya di SEA Aquarium Singapura, sengaja saya ambil dengan kamera bekas iPhone 5 karena tiba-tiba saja mata saya melongok ke atas dan yang ada di tangan saya hanya iPhone jadul itu. Daripada saya membuka tas untuk mengambil kamera mirrorless maka saya ingin menantang diri saya untuk membuat sebuah foto yang diambil dengan smartphone berteknologi lama….dan akhirnya fotonya di-approved dan SOLD!

Cara Jualan Foto di Shutterstock, Tips Asik Tanpa Ribet

Sekarang balik lagi ke topik utama, sekalipun sederhana yang akan saya sampaikan tapi coba lakukan dengan konsistensi tiada tara karena hanya satu hal inilah yang tidak banyak orang mampu.

Cara jualan foto di Shutterstock ala saya adalah sebagai berikut:

  1. Rajin motret
  2. Upload sebanyak mungkin ke dashboard Shutterstock milikk anda
  3. Submit sesering mungkin, saya submit 10-15 foto setiap hari
  4. Tulis deskripsi yang MENJELASKAN foto yang disubmit
  5. Berikan kata kunci yang RELATED, pergunakan keyword tool di Shutterstock secara gratis, ini sebuah mesin yang diberikan gratis kepada semua kontributor untuk mencari kata kunci yang ada hubungannya tanpa perlu repot

Sederhana kan! hanya 5 (lima) tips dari saya tapi kembali ke catatan utama yang tadi saya sebutkan sebelumnya yaitu konsistensi tiada tara yang mana saya tahu persis banyak fotografer dan orang awam yang menyatakan mundur dan tidak mau jualan foto di Shutterstock lagi karena earningnya kecil.

Saya beri kabar buruknya sekalian ya,

Shutterstock hanya memberikan royalti minimal senilai $0.25/download alias tidak lebih dari Rp. 3500, sebuah angka kecil yang hanya orang-orang dengan komitmen tinggi yang bisa kaya raya dari sini. Buat anda yang ingin kaya cepat dalam satu malam saya pastikan ini bukanlah platform yang anda cari.

Sebagai penutup, saya baru saja menyelesaikan ebook saya tentang “Jualan Foto Dengan Shutterstock” dimana tulisan setebal 60 halaman ini saya susun dengan bahasa yang santai sehingga anda tidak serta merta shock alias kaget karena ternyata ini bukan panduan kaya dalam sekejap. Jika anda masih tertarik mempelajari bisnis jualan foto di Shutterstock ini maka saya menyediakan kategori blog khusus yang bernama Shutterstock Experience yang di dalamnya memang berisi kumpulan tips dan artikel saya tentang berjualan foto melalui platform yang trafficnya masuk dalam 5 besar agensi dunia ini.

Sampai ketemu lain waktu dan hatur nuhunnn sekali sudah menyempatkan waktu dan membaca tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat!

Bima

Professional wedding photographer and blogger since 2010 who put a concern to write a story about photography, traveling, culinary, and hospitality services

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *