Suka Duka Buka Usaha Warung Kopi Sapulu Coffee Yang Perlu Kamu Tahu

Kalau anda pikir bahwa punya usaha warung kopi itu keren dan lagi jadi trend anak muda ‘kekinian’ sebaiknya urungkan niat anda sekarang juga karena kenyataan di lapangan tidak seindah yang anda lihat. Halo nama saya Bima dan terima kasih sudah mampir ke blog ini dan menyempatkan membaca tulisan pribadi saya tentang usaha warung kopi ini.

Bagi anda yang pernah datang ke Jogja dan mampir ke properti Airbnb ketiga saya, The Chendela, sekaligus menikmati secangkir kopi (dan menghabiskannya) di Sapulu Coffee maka saya ucapkan terima kasih karena ada perjuangan luar biasa dari setiap penyajian kopi tersebut. Singkat cerita saya pernah jatuh bangkrut dalam bisnis Food and Beverage ini pada tahun 2009 dan merugi hingga 23 juta, uang yang cukup besar untuk anak lulusan universitas yang baru pertama merintis karir sebagai usahawan.

Mungkin memang dasarnya saya yang ga bisa diam, maka sekalipun saat ini saya sudah hidup cukup nyaman dengan profesi sebagai seorang destination wedding photographer, naluri untuk kembali menapaki perjalanan di dunia hospitality tetaplah ada. Akhirnya pada tahun 2013 saya menginvestasikan sebagian uang hasil tabungan sebagai fotografer untuk membuka properti Airbnb pertama saya bernama Boma House, kemudian 2014 saya buka yang kedua bernama Regol Ijo (dulu namanya Boma House Ngadiwinatan), dan pada bulan November 2018 saya kembali membuka properti Airbnb yang ketiga bernama The Chendela, silahkan baca cerita perjalanan saya di dunia hospitality ini pada tautan Airbnb Host Indonesia.

Saya bisa bilang bahwa yang namanya impian memang harus terus diupayakan karena sepertinya Tuhan mulai mengajak saya untuk menapaki ‘kelas yang berbeda’ dimana di properti yang ketiga ini saya memiliki seorang investor yang mau mempercayakan aset propertinya untuk saya kelola secara utuh dan membiarkan saya bereksplorasi dengan idealisme-idealisme saya di dunia hospitality.

Jika di properti pertama dan kedua saya hanya menjalankan bisnis sewaan kamar, kini Tuhan melengkapi usaha saya dengan sebuah cafe cantik bernama Sapulu, sebuah warung kopi sederhana di area teras rumah dimana para tamu The Chendela biasa menyantap sarapan ringan berupa secangkir Americano, toasted bread, dan butter.

menu sarapan di Sapulu Coffee

Membuka usaha warung kopi untuk masyarakat luas memang tidak semudah yang kita lihat hingga di awal perjalalan Sapulu Coffee saya dibantu oleh sahabat saya bernama Rio Pharaoh, anda perlu coba racikan kopi ready to drink-nya yang bernama Oppio (silahkan cari di Go Food) dan juga Erwin, seorang sahabat baru asal Takengon Aceh yang juga memiliki sebuah warung kopi cantik di samping Tugu putih Jogja yang bernama Umah Kopi Gayo (anda wajib datang ke sini!!)

Untuk memudahkan anda dalam berpikir maka saya akan menjabarkan 5 (lima) hal baik SUKA maupun DUKA dalam membuka usaha warung kopi,

5 Hal SUKA di Usaha Warung Kopi

  1. Terlihat KEREN
  2. Sangat RELEVAN, ketika anda juga memiliki usaha hospitality seperti rumah sewaan, guest house, hotel kecil dan sejenisnya
  3. Sebuah bisnis retail yang masih TREND dan MENARIK untuk dijalankan oleh anak muda
  4. Punya TEMPAT NGOBROL yang kondusif ketika ketemu teman, relasi kerja, hingga saudara
  5. Usaha yang cocok untuk melatih naluri KEPEMIMPINAN

5 Hal DUKA di Usaha Warung Kopi

  1. Modalnya CUKUP BESAR, jika anda punya ekspektasi hasil yang tinggi
  2. Stock Opname tergolong RIBET, karena anda ngurusin mulai dari gula pasir hingga bijih kopi
  3. MARGIN relatif KECIL jika dibandingkan anda bisnis jasa maupun jadi seorang internet marketer
  4. CAPEK FISIK, ini jelas banget!
  5. Butuh waktu yang MENGHABISKAN ENERGI untuk membentuk tim yang solid

Cukup memberikan gambaran ya,

Paling tidak anda tahu bahwa membangun usaha warung kopi tidaklah semudah usaha retail lainnya seperti dropshipping baju wanita, bayi, dan anak-anak atau bahkan sekedar jualan spare part motor secara online dari rumah. Poin keempat dari hal duka (CAPEK FISIK), ini adalah hal negatif yang anda tidak bisa pungkiri karena bisnis kuliner ini semacam jadi ‘kuli’ tapi terlihat keren karena yang diangkat bukanlah ember semen melainkan makanan.

Jadi kalau anda pikir bahwa menjalankan bisnis kopi bisa langsung tajir melintir, lupakan sajalah dan kembali ke kehidupan nyaman anda semula!

suka duka punya cafe
varian beans untuk menu single origin
tips membuka kedai kopi
mesin espresso yang saya pakai di cafe

Bagi anda yang sudah pernah menjalankan usaha pasti paham bahwa apapun usahanya pasti ada hal-hal yang membuat anda senang dan juga yang membuat anda sedih karena itu ijinkan saya juga memberikan tips bagi anda yang ingin berjibaku menjalankan usaha ini.

7 Tips Buka Usaha Warung Kopi

  1. Jangan lupa IBADAH, duit itu sebenernya dari Tuhan kok bukan dari jenis usaha yang anda jalani
  2. PELAN TAPI PASTI jauuuuuuh lebih baik daripada anda terlihat happening tapi ga sampe setahun kemudian anda gulung tikar
  3. KERJA KERAS HARGA MATI, Endorsement belakangan aja dan biarkan bisnis anda tumbuh organik!!
  4. Suasana Cafe yang HOMY ini jadi prioritas, masalah lokasi bisa nomer dua karena banyak tempat ngopi yang tempatnya nyempil tapi omsetnya luar biasa
  5. Pilih barista yang punya HOBBY TRAVELING dan jangan sekedar orang yang demen ngopi, orang suka traveling itu biasanya supel dan gampang bergaul, ingatlah bahwa barista adalah salah satu ujung tombak
  6. Sediakan juga minuman non-coffee karena perempuan dan anak-anak masih ada yang ga’ suka kopi
  7. SIAPKAN MENTAL banyak artis jadi-jadian yang numpang foto buat eksis maupun kerjaan endorsement

Sampai di sini dulu cerita saya tentang suka duka membantun usaha warung kopi, anda bisa tulis komentar atau pertanyaan di kolom di bawah ini dan saya akan kembali berbagi cerita tentang dunia hospitality yang saya jalani.

Bima

Professional wedding photographer and blogger since 2010 who put a concern to write a story about photography, traveling, culinary, and hospitality services

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *